Hepi, seorang remaja, dikirim ayahnya kembali ke kampung halaman di Minangkabau dan tinggal bersama kakeknya. Awalnya ia menolak, tetapi perlahan belajar tentang kehidupan, keluarga, dan adat setempat. Setelah mengetahui masa lalu keluarganya, Hepi akhirnya memahami arti pulang, memaafkan, dan menemukan jati dirinya.